Produktivitas kelapa sawit pada lahan gambut sangat dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon multi-skala curah hujan terhadap produksi kelapa sawit dan menentukan ambang optimal curah hujan pada lahan gambut di PT. Cahya Vidi Abadi, Sumatera Selatan. Data yang digunakan berupa curah hujan dan produksi bulanan selama periode 2013-2024. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi pola temporal, efek waktu tunda (lag), serta kisaran ambang curah hujan yang mempengaruhi produksi. Hasil menunjukkan bahwa respon produksi bersifat non-linear dan bergantung pada fase, di mana rata-rata curah hujan bulanan memberikan efek negatif kuat pada lag pendek (lag 3; r=-0.61) dan beralih positif pada lag menengah (lag 7; r=0.55). Analisis distribusi menunjukkan zona optimal curah hujan secara konsisten pada rentang 140-270 mm/bulan, dengan interval kepercayaan 95% terkonsentrasi pada kisaran 200-260 mm/bulan (zona defisit <140 mm/bulan dan zona berlebih >270 mm/bulan). Pendekatan probabilistik menunjukkan bahwa pada produksi tinggi (P>50) memiliki proporsi terbesar 47.1% terjadi pada zona optimal, sementara pada produksi rendah (P<50) didominasi zona defisit sebesar 48.5%. Pada kondisi produksi sangat rendah ekstrem (P<25), zona defisit mendominasi sebanyak 59.4% kejadian, sedangkan pada produksi tertinggi (P>75) zona optimal paling dominan (44.4%) dari zona lainnya. Zona berlebih memungkinkan produksi lebih tinggi, tetapi dengan kestabilan yang lebih rendah dibandingkan zona optimal. Analisis odds ratio menunjukkan bahwa peluang produksi tinggi pada zona optimal sekitar 2.2-5.6 kali lebih besar banding zona defisit. Temuan ini memberikan dasar kuantitatif untuk pengelolaan air berbasis ambang curah hujan serta mendukung strategi adaptif pada lahan gambut dalam menghadapi variabilitas iklim yang semakin meningkat.
Copyrights © 2026