Penelitian ini mengkaji penguatan modal sosial di kalangan pekerja rokok klobot PR Sukun dan pengaruhnya terhadap pengembangan kebijakan perusahaan. Industri rokok klobot, sebagai sektor tradisional, menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansi di tengah modernisasi industri tembakau. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan Informan kunci pekerja rokok klobot dan perwakilan manajemen PR Sukun, serta observasi partisipatif Hasil penelitian mengungkapkan bahwa modal sosial yang kuat di antara pekerja, dicirikan oleh tingginya tingkat kepercayaan, norma gotong royong, dan jaringan sosial yang solid, berkontribusi signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Strategi penguatan modal sosial melalui program pelatihan team building, forum komunikasi pekerja-manajemen, dan pelibatan pekerja dalam kegiatan sosial perusahaan terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa penguatan modal sosial memfasilitasi pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam implementasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pekerja dan peningkatan program kesejahteraan pekerja. Studi ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis dalam memahami peran modal sosial dalam konteks industri tradisional, khususnya sektor rokok klobot. Implikasi penelitian mengarah pada pentingnya pendekatan holistik dalam manajemen sumber daya manusia dan pengembangan organisasi untuk menghadapi tantangan modernisasi sambil mempertahankan nilai-nilai tradisional yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan.
Copyrights © 2024