Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Lampung telah melakukan pengelolaan zakat produktif dalam memberdayakan dana zakat yang diterima mustahik. Namun masih ada disparitas antara program yang ada dengan realisasi penyaluran zakat, serta tidak semua program zakat produktif sesuai dengan program SDGs di Lampung. Berbeda dengan program-program yang dilakukan oleh LAZISMU dan LAZISNU Kota Metro dan Kabupaten Pringsewu, bahwa penyaluran dana zakat beririsan dengan program SDGs. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sifat penelitian adalah deskripif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan komparatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu: literatur review, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa model pengelolaan zakat produktif LAZISNU dan LAZISMU diarahkan untuk mendorong kemandirian serta semangat kewirausahaan melalui kegiatan ekonomi dan pembentukan usaha yang halal dan pemberdayaan UMKM dalam bentuk bantuan modal usaha serta indukan kambing. Pada akhirnya belum sepenuhnya memberikan implikasi secara keberlanjutan pada keberhasilan pemberdayaan mustahik, seperti berkembangnya usaha, meningkatnya kepedulian, dan meningkatnya kemandirian. Strategi yang digunakan oleh LAZISNU dan LAZISMU kota Metro dan Pringsewu dalam mengatasi kendala internal dan eksternal yaitu menggunakan strategi The Welfare Strategy dan The Responsive Strategy.
Copyrights © 2024