Fitoplasma adalah kelompok bakteri dari kelas Mollicute yang telah banyak dilaporkan berasosiasi dengan penyakit pada ratusan spesies tanaman di berbagai negara. Di Indonesia, fitoplasma baru diketahui berasosiasi dengan tanaman-tanaman inang lebih dari delapan famili berbeda. Penelitian ini bertujuan membuktikan asosiasi fitoplasma pada tanaman stroberi bergejala filodi dan suatu tanaman liar bergejala daun kecil di Jawa Barat dengan teknik nested-polymerase chain reaction (nested-PCR) menggunakan dua pasangan primer yang dirancang dari wilayah gen 16S-23S rRNA fitoplasma. Tumbuhan liar juga diidentifikasi secara morfologi dan molekuler berdasarkan wilayah ITS gen ribosomal RNA. Gejala penyakit pada stroberi (Fragaria ananassa) meliputi proliferasi tunas, filodi dan buah kerdil, sedangkan pada tumbuhan liar berupa sapu. Tumbuhan liar yang dikenal masyarakat sebagai jalantir berhasil diidentifikasi sebagai Conyza sumatrensis berdasarkan morfologi dan analisis nukleotida amplikon hasil PCR menggunakan pasangan primer universal ITS1/ITS4. Amplifikasi PCR awal dengan pasangan primer P1/P7 untuk fitoplasma dari stroberi dan jalantir menghasilkan pita DNA positif berukuran ±1800 pb dengan ketebalannya yang inkonsisten. Amplifikasi lanjut dengan nested-PCR dengan pasangan primer R16F2n/R16R2 menghasilkan pita DNA berukuran ±1250 pb yang lebih tebal. Hasil nested-PCR mengonfirmasi bahwa fitoplasma berasosiasi dengan dua tanaman tersebut. Penelitian ini merupakan laporan pertama fitoplasma berasosiasi dengan tanaman stroberi (Rosaceae) dan jalantir (Asteraceae).
Copyrights © 2026