Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Museum Huta Bolon Simanindo sebagai museum berbasis budaya lokal yang mengalami penurunan jumlah kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Kajian ini menggunakan teori New Museology yang menekankan pentingnya partisipasi komunitas dalam pengelolaan museum sebagai ruang budaya yang hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Museum Huta Bolon terletak pada keaslian koleksi budaya Batak dan keterlibatan komunitas tari seperti Angel Elkanean dan Marsinondang. Pengunjung menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pertunjukan budaya, terutama aspek partisipatif. Analisis SWOT mengungkap kelemahan dalam promosi digital dan fasilitas, namun juga peluang besar dari tren wisata edukatif berbasis budaya. Oleh karena itu, diperlukan strategi kolaboratif untuk menjaga keberlanjutan museum sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya Batak Toba.
Copyrights © 2026