Sintesis hijau nanopartikel menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai metode ramah lingkungan untuk menghasilkan material antimikroba. Pemanfaatan ekstrak air biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai pereduksi dan penstabil nanopartikel zink oksida (ZnO) masih terbatas. Penelitian ini mensintesis nanopartikel ZnO menggunakan ekstrak air biji pepaya dan mengevaluasi struktur, sifat optik, stabilitas koloid, sifat termal, dan aktivitas antimikrobanya. Sintesis dilakukan menggunakan zink nitrat sebagai prekursor pada pH 8 dengan pemanasan terkendali, kemudian dimurnikan dan dikeringkan. Karakterisasi menunjukkan puncak serapan pada 367 nm dengan energi celah pita 3,38 eV. Analisis difraksi mengonfirmasi struktur kristal heksagonal tipe wurtzite dengan ukuran kristalit rata-rata 45 nm. Morfologi partikel hampir sferis dengan ukuran 20-80 nm. Nilai potensial zeta -23,46 mV menunjukkan stabilitas koloid tingkat sedang. Analisis termal menunjukkan adanya residu senyawa fitokimia yang teradsorpsi pada permukaan partikel ZnO. Uji antimikroba menunjukkan peningkatan diameter zona hambat seiring peningkatan konsentrasi. Pada konsentrasi 25 mg/mL, diameter zona hambat terhadap S. aureus, S. epidermidis, dan C. albicans masing-masing sebesar 13,76 ± 0,88 mm; 12,25 ± 0,85 mm; dan 14,88 ± 0,18 mm. Nilai ini menurun pada konsentrasi yang lebih rendah, dengan aktivitas terendah pada konsentrasi 0,375 mg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak air biji pepaya berpotensi sebagai bioreduktor alami dalam sintesis nanopartikel ZnO untuk aplikasi antimikroba berbasis nanoteknologi ramah lingkungan.
Copyrights © 2026