Famili Dipterocarpaceae merupakan dominasi kelompok tumbuhan hutan tropis kalimantan yang menyimpan berbagai sumber senyawa bioaktif, namun kajian bioprospeksi pada bagian daun, khususnya sebagai sumber antioksidan dan agen antibakteri alami, masih perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antioksidan, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun lima spesies Dipterocarpaceae, yaitu Shorea seminis, S. balangeran, Dryobalanops aromatica, D. lanceolata, dan D. beccarii. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, sedangkan aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes diuji menggunakan metode difusi agar teknik sumuran. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kelima ekstrak memiliki profil metabolit sekunder yang berbeda, dengan D. beccarii menunjukkan komposisi paling beragam berupa flavonoid, tanin, steroid, karotenoid, kumarin, dan fenol. Hasil uji aktivitas peredaman DPPH tertinggi ditemukan pada D. aromatica sebesar 99,20% ± 0,00 pada konsentrasi 25 ppm, diikuti dengan D. beccarii dan S. balangeran yang juga menunjukkan aktivitas tinggi. Uji antibakteri menunjukkan seluruh ekstrak mampu menghambat pertumbuhan C. acnes, dengan zona hambat tertinggi pada S. seminis sebesar 21,50 mm dengan konsentrasi 500 µg/well. Hasil ini menunjukkan bahwa daun dari genus Shorea dan Dryobalanops yang digunakan berpotensi diaplikasikan sebagai bahan baku dalam pengembangan fitofarmaka. Hasil penelitian ini mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 melalui eksplorasi bahan alam untuk kesehatan dan SDG 15 melalui peningkatan nilai tambah tumbuhan hutan tropis.
Copyrights © 2026