Kondisi perairan pesisir Indonesia, khususnya di Lhokseumawe, Aceh, mengalami penurunan kualitas akibat pencemaran amonia dan fenomena overbloom ubur-ubur yang belum termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi kolagen dari limbah ubur-ubur (Catostylus tagi) hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan untuk disintesis menjadi membran nano-kolagen serta menguji efektivitasnya sebagai adsorben amonia. Ekstraksi kolagen dilakukan menggunakan asam asetat 0,5 M, yang kemudian dikarakterisasi dengan FTIR dan SEM. Membran dibuat dengan variasi cross-linker glutaraldehida dan diuji kinerja adsorpsinya terhadap larutan NH₄Cl 50 mg/L pada variasi pH 6,0; 7,0; dan 8,0. Hasil karakterisasi FTIR mengonfirmasi keberhasilan ekstraksi dengan terpeliharanya struktur triple helix kolagen, sementara SEM menunjukkan morfologi membran berpori (2–5 µm). Uji adsorpsi menunjukkan efisiensi penyerapan amonia tertinggi sebesar 82,2% pada pH 7,0. Simpulan penelitian membuktikan bahwa membran kolagen dari limbah ubur-ubur Lhokseumawe berpotensi sebagai biofilter ramah lingkungan yang efektif untuk mengurangi pencemaran amonia, sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.Kata Kunci: Kolagen, Ubur-ubur, Membran, Adsorpsi, Amonia, Lhokseumawe
Copyrights © 2026