Distribusi produk pertanian sangat penting untuk menjaga mutu dan ketepatan waktu pengiriman ke pasar. Wilayah X, sebagai sentra pertanian, menghadapi tantangan dalam memilih moda transportasi yang tepat akibat keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis, dan sifat produk yang mudah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan moda transportasi paling optimal dengan menggunakan pendekatan gabungan AHP dan TOPSIS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara dengan 30 responden, termasuk petani, pengusaha transportasi, anggota koperasi, dan pejabat terkait. Enam kriteria evaluasi digunakan: biaya pengiriman, kecepatan distribusi, kapasitas angkut, ketepatan waktu, aksesibilitas, dan tingkat keamanan. Hasil AHP menunjukkan bahwa biaya pengiriman (0,301) dan kecepatan distribusi (0,224) adalah kriteria paling dominan. Hasil TOPSIS menunjukkan nilai preferensi 0,721 untuk moda darat, 0,593 untuk moda udara, dan 0,422 untuk moda laut, yang menunjukkan bahwa moda darat adalah pilihan optimal untuk Wilayah X.Kata Kunci: Moda Transportasi, Distribusi Produk Pertanian, AHP, TOPSIS, Efisiensi Logistik.
Copyrights © 2026