Korupsi merupakan salah satu permasalahan struktural yang berdampak signifikan terhadap kinerja perekonomian suatu negara. Praktik korupsi tidak hanya menghambat pertumbuhan ekonomi melalui inefisiensi alokasi sumber daya dan pemborosan anggaran, tetapi juga menurunkan kepercayaan investor, meningkatkan biaya ekonomi, serta menciptakan ketidakpastian dalam iklim investasi. Kondisi tersebut pada akhirnya mengurangi daya saing ekonomi dan memperlambat pembangunan nasional. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan, salah satunya melalui pendidikan antikorupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan antikorupsi dalam mengurangi dampak korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi dan investasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi berperan strategis dalam membentuk karakter individu yang berintegritas melalui internalisasi nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, keadilan, dan kepedulian sosial. Internalisasi nilai tersebut diharapkan mampu menekan perilaku koruptif sejak dini, sehingga dalam jangka panjang dapat menciptakan tata kelola yang baik (good governance), meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik dan investor. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembentukan karakter, tetapi juga sebagai strategi fundamental dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas investasi.
Copyrights © 2026