Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dari komunikasi keluarga bagi kondisi psikososial remaja Generasi Z serta melihat bagaimana hubungan dan interaksi antara orang tua dan anak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap informan berusia 17–19 tahun. Data dianalisis dengan melihat pola komunikasi, keterbukaan dalam keluarga, cara pengambilan keputusan, dan kedekatan emosional antar anggota keluarga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan Generasi Z, terutama dalam membentuk rasa percaya diri, kenyamanan emosional, dan kemampuan untuk bersosialisasi. Keluarga yang menerapkan komunikasi terbuka dan saling mendukung cenderung menciptakan hubungan yang lebih dekat dan harmonis. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya hambatan komunikasi seperti perbedaan pola pikir antar generasi, kurangnya waktu bersama keluarga, serta rasa canggung dalam membahas masalah pribadi. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan keterlibatan orang tua sangat diperlukan agar perkembangan sosial dan emosional Generasi Z dapat berjalan dengan baik.
Copyrights © 2026