Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam sistem pembayaran masyarakat, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu inovasi yang mendukung transformasi tersebut adalah QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai standar pembayaran digital nasional. Namun, masih terdapat pelaku UMKM yang belum memanfaatkan QRIS secara optimal karena keterbatasan pengetahuan dan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih modern dan efisien. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Warung Sembako Kiano yang berlokasi di Komplek Asrama Kodim, Jalan Imam Bonjol, Samarinda. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan penggunaan QRIS, pendampingan, dan evaluasi. Tahapan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi usaha, memberikan pemahaman mengenai manfaat QRIS, serta membantu mitra menerapkan sistem pembayaran digital dalam kegiatan operasional sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemilik usaha mampu memahami dan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran non tunai. Penerapan QRIS membantu mempercepat proses transaksi, meningkatkan kenyamanan pelanggan, serta mendukung efisiensi operasional usaha. Dengan demikian, penggunaan QRIS dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung transformasi digital UMKM dan meningkatkan kualitas pelayanan usaha di era digital.
Copyrights © 2026