Pembelajaran matematika sering dianggap abstrak dan kurang terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual melalui budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep transformasi geometri dan simetri yang terdapat dalam pola lantai Tari Lipa’ Sa’be Mandar dalam perspektif etnomatematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi video pertunjukkan tari, wawancara dengan pelatih tari, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola lantai tari Lipa’ Sa’be mengandung tiga bentuk transformasi geometri, yaitu translasi, refleksi terhadap sumbu vertikal dan rotasi. Translasi menjadi bentuk yang paling dominan, di tandai dengan perpindahan posisi penari secara serempak tanpa mengubah bentuk formasi. Refleksi terlihat pada pola yang saling mencerminkan ke arah samping, sedangkan rotasi muncul pada pola gerakan melingkar yang berpusat pada satu titik. Selain itu, tidak ditemukan adanya transformasi dilatasi karena tidak terjadi perubahan ukuran dalam pola lantai. Pola lantai tari ini juga menunjukkan adanya kecenderungan simetri, baik dalam bentuk keseimbangan kiri dan kanan maupun keteraturan pada pola melingkar. Temuan ini menegaskan bahwa pola lantai dalam tari Lipa’ Sa’be tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga merepresentasikan konsep matematis yang terstruktur. Hasil penelitian ini sebagai alternatif sumber pembelajaran matematika berbasis budaya yang lebih kontekstual dan bermakna, khususnya dalam memahami konsep transformasi geometri dan simetri
Copyrights © 2026