PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Vol. 6 No. 2 (2026)

KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS GURU PENDIDIKAN KHUSUS DI LINGKUNGAN SEKOLAH INKLUSIF: STUDI KASUS SLB NEGERI SURAKARTA

Anindya Putri Herlambang (Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Indonesia)
Andik Matulessy (Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Indonesia)
Yulia Sahaja Dewi (KALM Counseling, Surakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2026

Abstract

Special education teachers in special schools operating within an inclusive education ecosystem face high emotional and professional demands, making them vulnerable to psychological distress. This study aims to analyze the psychological well-being of special education teachers in Surakarta using a case study approach and mixed methods. The novelty of this study lies in the use of a mixed-method approach that combines GHQ-12, DSDD, GAD-7, and direct observation to describe mental health, anxiety, and manifestations of occupational stress among special education teachers in Surakarta. The participants were 51 special school (SLB) teachers selected through total sampling. Data were collected using the GHQ-12, DSDD, and GAD-7 questionnaires, along with direct workplace observation. The results show that most teachers experienced mild to moderate psychological symptoms, particularly in mental health and anxiety aspects. Observational findings supported the quantitative results by indicating occupational stress, situational anxiety, and emotional exhaustion related to workload, administrative demands, and interactions with students and parents. Although severe mental health problems were not found among most respondents, the findings indicate that special education teachers remain functional but vulnerable. This study implies the need for psychological support, institutional supervision, administrative workload management, and burnout prevention programs for special education teachers. ABSTRAK Guru pendidikan khusus di sekolah luar biasa yang berada dalam ekosistem pendidikan inklusif menghadapi tuntutan emosional dan profesional yang tinggi, sehingga rentan mengalami tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesejahteraan psikologis guru pendidikan khusus di Surakarta dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode campuran. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan mixed-method yang mengombinasikan GHQ-12, DSDD, GAD-7, dan observasi langsung untuk menggambarkan kesehatan mental, kecemasan, serta manifestasi stres kerja guru pendidikan khusus di Surakarta. Subjek penelitian meliputi 51 guru sekolah luar biasa (SLB) yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner GHQ-12, DSDD, dan GAD-7, serta observasi langsung di lingkungan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru berada pada kategori gejala psikologis ringan hingga sedang, terutama dalam aspek kesehatan mental dan kecemasan. Temuan observasi memperkuat hasil kuantitatif dengan menunjukkan adanya stres kerja, kecemasan situasional, dan kelelahan emosional yang berkaitan dengan beban kerja, tuntutan administratif, serta interaksi dengan siswa dan orang tua. Meskipun tidak ditemukan indikasi masalah kesehatan mental berat pada sebagian besar responden, kondisi tersebut menunjukkan bahwa guru pendidikan khusus berada dalam keadaan fungsional tetapi rentan. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya dukungan psikologis, supervisi kelembagaan, pengelolaan beban administratif, dan program pencegahan burnout bagi guru pendidikan khusus.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

paedagogy

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and ...