Daun kedondong hutan (Spondias pinnata) termasuk dalam famili Anacardiaceae yang mnerupakan tanaman tropis yang mudah dijumpai di Indonesia khususnya du kabupaten Enrekang,yang sering digunakan sebagai bahan makanan, dan obat tradisional.. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik makroskopik, organoleptik, dan kelarutan ekstrak DKH asal Enrekang Penelitian dilakukan secara experimental, menggunakan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) untuk memperoleh Ekstrak DKH dengan pelarut etanol 70%. Uji makroskopik meliputi bentuk, warna, ukuran panjang, lebar, dan ketebalan daun. Uji organoleptik meliputi warna, bau, rasa, dan konsistensi ekstrak, sedangkan uji kelarutan dilakukan menggunakan berbagai pelarut dengan tingkat kepolaran berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DKH berbentuk lonjong hingga elips, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi rata, dengan panjang 10,435 cm, lebar 4,92 cm, dan tebal 0,04 cm. Ekstrak berwarna coklat kehitaman, berbau khas aromatik, rasa pahit dan asin, serta berbentuk pasta kental. Ekstrak larut dalam etanol 96%, etanol 70%, dan KOH, mudah larut dalam NaOH dan aquadest, sukar larut dalam asam HCl encer dan etil asetat, serta agak sukar larut dalam n-heksan. Kesimpulan: Ekstrak DKH memiliki karakteristik makroskopik, organoleptik, dan kelarutan yang dapat digunakan sebagai data dasar standardisasi bahan baku obat tradisional.
Copyrights © 2026