Permasalahan pipa terjepit menyebabkan kerugian dalam hal waktu, peralatan, dan biaya pengeboran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengatasi masalah stuck pipe yang terjadi pada sumur G-17. Analisis dalam studi ini didasarkan pada dua aspek utama: geometri lubang bor (dogleg severity >6), dan differential sticking (perbedaan tekanan lebih dari 500 psi). Jenis stuck pipe utama yang akan dibahas adalah Differential Pipe Sticking dan Mechanical Pipe Sticking. Data yang diperlukan meliputi tekanan hidrostatik lumpur, tekanan formasi, Mw, serta sudut inklinasi melalui pembacaan measurement while drilling. Pada tugas akhir ini, stuck pipe teridentifikasi pada trayek 12 ¼” di kedalaman 7594 ftMD / 5436 ftTVD. Jepitan pipa terjadi di formasi POH yang memiliki litologi batuan sandstone. Evaluasi dogleg severity menunjukkan hasil dimana tidak ada yang melewati batas yang sudah ditentukan yaitu > 6º. Evaluasi perbedaan tekanan menghasilkan selisih antara tekanan hidrostatik dan tekanan formasi sebesar 514,8 psi, dari sini disimpulkan bahwa penyebab stuck pipe pada sumur G-17 adalah masalah differential pressure. Berdasarkan evaluasi tersebut, upaya penanggulangan stuck pipe dilakukan dengan beberapa metode. Metode Work on Pipe (WOP) dicoba namun tidak berhasil. Selanjutnya, metode perendaman dengan menggunakan pipe lax membuahkan hasil dimana pipa yang terjepit di formasi POH bisa terlepas.
Copyrights © 2026