Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis pada usaha pengolahan buah merah di Kabupaten Manokwari Selatan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC), mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha melalui analisis SWOT, serta merumuskan model bisnis rekomendasi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan bernilai tambah. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta penelaahan dokumen terkait kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis eksisting masih bersifat tradisional, berfokus pada pasar lokal, dan bergantung pada hubungan personal. Proses produksi dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana, tanpa sertifikasi, dan memiliki kualitas produk yang tidak seragam. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan berupa ketersediaan bahan baku melimpah dan kepercayaan masyarakat, namun juga menemukan kelemahan seperti keterbatasan teknologi, pemasaran digital yang minim, dan belum adanya perizinan resmi. Peluang meliputi meningkatnya permintaan produk herbal, pasar online yang luas, serta potensi produk turunan. Ancaman utama berasal dari persaingan produk herbal modern dan fluktuasi pasokan bahan baku. Berdasarkan hasil SWOT, disusun strategi SO, ST, WO, dan WT yang kemudian digunakan untuk merancang BMC rekomendasi. Model bisnis baru menekankan pada peningkatan kualitas produk, penggunaan alat semi-modern, sertifikasi PIRT/BPOM, penguatan branding berbasis budaya Papua, pemasaran digital, diversifikasi produk, serta kemitraan strategis dengan pemerintah, marketplace, dan petani. Model bisnis rekomendasi dinilai lebih kompetitif, berorientasi pasar luas, dan memiliki potensi meningkatkan nilai tambah usaha buah merah di Kabupaten Manokwari Selatan. Kata kunci: Business Model Canvas, SWOT, buah merah, model bisnis, UMKM, Manokwari Selatan.
Copyrights © 2026