Di era digital saat ini, teknologi informasi (TI) memainkan peran penting dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi operasional. Salah satu penerapan TI yang cukup penting adalah sistem informasi e-payment, yang di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digunakan untuk transaksi seperti pembayaran sekolah, pembelian perlengkapan, dan kegiatan lainnya yang bersifat finansial. Meskipun demikian, implementasi sistem informasi tidak lepas dari tantangan, seperti kegagalan sistem, risiko keamanan data, dan ketidaksesuaian dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, audit sistem informasi diperlukan untuk menjamin bahwa sistem yang digunakan telah memenuhi tujuan organisasi dan selaras dengan prinsip tata kelola TI. Framework COBIT 2019 merupakan salah satu kerangka kerja yang umum digunakan dalam audit dan pengelolaan TI karena kemampuannya dalam membantu organisasi mencapai tujuan bisnis melalui pengelolaan dan tata kelola TI yang efektif. Audit berbasis COBIT 2019 memungkinkan evaluasi menyeluruh terhadap kapabilitas proses TI serta identifikasi kesenjangan antara kondisi aktual dan ideal, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan. Berdasarkan hasil audit terhadap Sistem Informasi E-payment, didapatkan tingkat kapabilitas proses APO12 dengan rincian sebagai berikut: APO12.01 sebesar 100%, APO12.02 sebesar 42%, APO12.03 sebesar 83%, APO12.04 sebesar 75%, APO12.05 sebesar 100%, dan APO12.06 sebesar 100%. Gap analysis menunjukkan bahwa proses yang telah memenuhi standar terdapat pada APO12.01 (pengumpulan data) dan APO12.05 (penentuan portofolio tindakan manajemen risiko). Oleh karena itu, disarankan untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait manajemen risiko agar setiap penanganan risiko dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.
Copyrights © 2026