Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) merupakan mekanisme demokratis penting di Indonesia yang melibatkan analisis data kuantitatif seperti pecahan desimal dan persentase untuk memahami distribusi suara dan partisipasi pemilih. Penelitian ini bertujuan mengisi kekosongan studi yang menggabungkan aspek matematika menggunakan metode kuantitatif dengan kasus Pilkada Kabupaten Indragiri Hilir, khususnya dalam analisis pecahan desimal dan persentase untuk menilai distribusi suara pasangan calon dan tingkat partisipasi pemilih. Menggunakan pendekatan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir, Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber ilmiah terkait. Hasil analisis menunjukkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 51,39%, dengan 278.195 pemilih dari 541.352 pemilih terdaftar yang menggunakan hak pilih. Distribusi suara pasangan calon bupati dan wakil bupati menunjukkan Pasangan Calon Nomor 4 (H. Herman, S.E., M.T & Yuliantini, S.Sos., M.Si) memperoleh suara terbanyak (160.286 suara atau 57,61%), diikuti Pasangan Calon Nomor 2 (27,47%), Nomor 1 (12,25%) dan Nomor 3 (2,67%). Penggunaan pecahan desimal dan persentase memfasilitasi perbandingan objektif, meningkatkan transparansi dan mendukung interpretasi hasil pemilu. Penelitian ini menegaskan relevansi matematika dalam analisis Pilkada untuk penguatan demokrasi lokal dan akuntabilitas penyelenggaraan pemilu.
Copyrights © 2026