Urbanisasi yang berlangsung cepat di kota-kota Indonesia mendorong ekspansi fisik lahan terbangun hingga ke kawasan peri-urban dan berpotensi meningkatkan fragmentasi spasial. Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang mengalami pertumbuhan lahan terbangun yang intens dalam dua dekade terakhir, namun intensitas ekspansi dan sebaran ruangnya belum banyak dikaji secara kuantitatif. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika spasio-temporal intensitas ekspansi lahan terbangun di Kota Semarang pada periode 2001–2021 menggunakan Urban Expansion Intensity Index (UEII) serta menjelaskan implikasinya terhadap pola pertumbuhan peri-urban dan bentuk perkembangan kota. Analisis dilakukan dengan mengolah citra Landsat tahun 2001, 2007, 2011, 2016, dan 2021 melalui klasifikasi terawasi, diikuti perhitungan UEII per periode dan per zona fungsional kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan terbangun meningkat sekitar 89%, dengan puncak intensitas ekspansi terjadi pada periode 2011–2016 di zona timur, tenggara, dan barat, kemudian bergeser menguat ke zona barat daya pada periode 2016–2021. Pola tersebut sejalan dengan menguatnya fragmentasi spasial di kawasan peri-urban dan menegaskan pergeseran perkembangan kota dari pusat yang semakin jenuh menuju struktur yang lebih tersebar. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian ekspansi di pinggiran serta penguatan strategi kota kompak dalam implementasi kebijakan tata ruang Kota Semarang.
Copyrights © 2025