Penelitian ini menganalisis determinan pembangunan manusia di 33 provinsi Indonesia selama periode 2019–2024 dengan mengintegrasikan variabel modal manusia, ekonomi, dan infrastruktur digital. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan data panel seimbang yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, serta dianalisis menggunakan Fixed Effect Model yang dipilih melalui uji Chow dan Hausman. Variabel yang diuji meliputi pendidikan, investasi fisik, tingkat pengangguran terbuka, penggunaan internet, dan kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, investasi fisik, dan penggunaan internet berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan pengangguran berpengaruh negatif signifikan. Temuan menarik menunjukkan bahwa kemiskinan memiliki pengaruh positif signifikan, yang mengindikasikan peran kebijakan perlindungan sosial dalam menjaga akses layanan dasar. Model mampu menjelaskan 98,93% variasi IPM, menegaskan pentingnya sinergi kebijakan pembangunan manusia berbasis pendidikan, investasi, dan transformasi digital.
Copyrights © 2026