Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period

Hubungan Tingkat Stres dengan Risiko Stroke pada Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bendahara

Syarifah Hamidah (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)
Merry Herawati Putri Gea (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)
Armayanti Armayanti (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)
Nurhayati Nurhayati (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)
Anton Rizky (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)
Tiarnida Nababan (PUI -PT Paliative Care, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Selain faktor biologis, stres psikologis juga diduga berperan dalam meningkatkan risiko stroke melalui berbagai mekanisme neuroendokrin dan kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan risiko terjadinya stroke pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Perkebunan Upah, dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS), sedangkan risiko stroke dinilai menggunakan kuesioner risiko stroke. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner pada tingkat kemaknaan ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang (45.0%) dan memiliki risiko stroke sedang (41.7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan risiko stroke (p = 0.002). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa stres berat berhubungan secara signifikan dengan peningkatan risiko stroke tinggi (OR = 5.75; 95% CI: 1.45–22.70; p = 0.013). Selain itu, hipertensi juga terbukti berhubungan signifikan dengan risiko stroke tinggi (OR = 4.20; 95% CI: 1.20–14.65; p = 0.024). Sementara itu, diabetes melitus dan kebiasaan merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan setelah dilakukan pengendalian terhadap variabel lain dalam model. Disimpulkan bahwa tingkat stres berhubungan signifikan dengan risiko stroke pada lansia. Lansia yang mengalami stres berat memiliki peluang lebih tinggi mengalami risiko stroke dibandingkan lansia dengan tingkat stres yang lebih rendah.

Copyrights © 2026