Dissociative Identity Disorder (DID) adalah kondisi kejiwaan yang ditandai oleh kehadiran dua atau lebih identitas yang berbeda dalam diri seorang individu sebagai respons terhadap trauma berkepanjangan sejak masa kanak-kanak. Meskipun literatur klinis tentang DID telah berkembang dengan cukup pesat, integrasi yang bermakna antara pendekatan klinis dan teologi Kristen dalam konteks pelayanan jemaat masih sangat terbatas. Tinjauan pustaka sistematis ini mengkaji literatur yang diterbitkan antara tahun 2011 dan 2025 yang membahas DID dari sudut pandang klinis, pastoral, dan teologis. Sebanyak dua puluh tiga sumber primer dipilih melalui proses seleksi berbasis kriteria yang mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Hasil tinjauan menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat kesenjangan yang signifikan antara perkembangan literatur klinis tentang DID dan respons teologi pastoral terhadapnya; kedua, integrasi model tiga fase penanganan trauma dengan sumber daya spiritual menghasilkan pendekatan yang lebih holistik dan pastoral; dan ketiga, komunitas jemaat dapat menjadi agen pemulihan yang sangat efektif bila diperlengkapi dengan pemahaman yang tepat. Artikel ini menutup dengan kerangka integratif praktis untuk konselor Kristen dan pemimpin pastoral.
Copyrights © 2026