Artikel ini mengkaji fungsi apologetis Kristologi dalam Kolose 1:15-23 terhadap ancaman filsafat asetis dan proto-Gnostisisme yang melanda komunitas Kolose pada abad pertama Masehi. Berbeda dari kajian sebelumnya yang cenderung mendekati teks ini dari perspektif teologi dogmatis, penelitian ini menempatkan eksegesis teks Yunani Koine sebagai fondasi analisis utama. Metode yang digunakan adalah analisis semantik leksikografis terhadap istilah-istilah Kristologis kunci seperti eikon, prototokos, dan pleroma, ditambah kajian terhadap struktur himne dan logika retoris argumentasi Paulus. Penelitian ini menemukan bahwa Paulus membangun argumentasi Kristologis berlapis yang secara sistematis menggugurkan premis-premis utama filsafat dualisme kosmis di Kolose, termasuk hierarki mediator rohani, penolakan terhadap tubuh jasmani, dan klaim kepenuhan di luar Kristus. Setiap pernyataan Kristologis dalam teks ini merespons secara presisi terhadap satu titik klaim filsafat lawan. Hasilnya adalah dokumen apologetika yang tidak sekadar reaktif, melainkan proaktif dalam membentuk imajinasi teologis komunitas berdasarkan keunggulan mutlak Kristus atas seluruh kosmos. Kontribusi artikel ini terletak pada integrasi analisis linguistik Yunani dengan pembacaan apologetis yang komprehensif, serta relevansinya bagi pengembangan apologetika kontemporer yang berakar pada Kristologi biblikal.
Copyrights © 2026