Keterbatasan lahan pekarangan dan meningkatnya limbah galon bekas menjadi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Dusun Grajegan, Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi sederhana yang mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus pengelolaan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan media tanam hidroponik sederhana sistem wick dengan memanfaatkan limbah galon plastik, tanah secukupnya, serta larutan air yang dicampur EM4 sebagai nutrisi. Metode yang digunakan dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi materi dan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik pada ibu-ibu PKK yang berjumlah 25 orang. Guna mendorong perlunya inovasi sederhana yang mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus pengelolaan lingkungan. Sistem wick yang digunakan terbukti mudah diterapkan karena tidak memerlukan listrik dan penyiraman setiap hari. Penambahan tanah secukupnya membantu adaptasi tanaman, sedangkan EM4 berperan dalam mendukung kesuburan media, melalui aktivitas mikroorganisme. Inovasi ini dinilai ekonomis, mudah diaplikasikan, dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat, mampu memanfaatkan limbah plastik serta mengoptimalkan pekarangan sempit. Dengan demikian, hidroponik sistem wick berbahan galon bekas berpotensi dikembangkan sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian rumah tangga yang berkelanjutan. Kesimpulan didapatkan bahwa masyarakat sangat atusias dan akan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanaman di sekitar rumahnya.
Copyrights © 2026