Penelitian ini mengkaji peran media sosial sebagai sarana promosi wisata Tjong A Fie Mansion Medan dengan fokus pada hambatan dalam pemanfaatannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur bersama pengelola media sosial dan wisatawan, observasi aktivitas unggahan pada akun resmi (Instagram, Facebook, TikTok, YouTube), serta dokumentasi komentar dan ulasan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, ketidakkonsistenan jadwal unggahan, rendahnya pemahaman analitik performa media sosial, serta ketidakseimbangan antara konten promosi visual dan konten edukasi budaya-sejarah. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keterlibatan audiens dan efektivitas promosi digital, meskipun sentimen pengunjung positif berdasarkan analisis sentimen. Temuan dikaitkan dengan penelitian tentang kontribusi media sosial dalam promosi wisata budaya serta analisis sentimen komentar pengunjung. Penelitian merekomendasikan strategi media sosial terstruktur, terintegrasi, dan berbasis literasi data, serta menjadi referensi akademik dan praktis bagi pengelola wisata budaya dalam mengoptimalkan promosi tanpa mengabaikan konteks sejarah dan budaya.
Copyrights © 2026