Masa nifas (6 minggu pascapersalinan) merupakan periode rawan bagi ibu karena perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat menimbulkan stres hingga depresi pascakelahiran. Depresi ini berdampak serius terhadap kesehatan ibu, pemberian ASI, hubungan dengan keluarga, serta tumbuh kembang anak. Prevalensi depresi pascakelahiran di Indonesia 18–25%, dan di Denpasar mencapai 23–25%. Di Desa Peguyangan Kangin, masalah utama adalah masih tingginya prevalensi depresi pascapersalinan dan rendahnya dukungan sosial bagi ibu nifas.Tujuan program adalah meningkatkan pemahaman ibu dan keluarga tentang gejala serta pencegahan depresi pascakelahiran, serta menurunkan prevalensinya. Solusi dari permasalahan ini adalah edukasi deteksi dini dan pencegahan depresi pascapersalinan melalui penyuluhan, booklet, dan media audiovisual dengan melibatkan ibu, keluarga, dan masyarakat. Manfaat dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat dukungan sosial, mencegah komplikasi psikologis, dan menjaga kesehatan ibu serta anak.Pelaksanaan kegiatan melalui proses berikut ini: pre-test, penyuluhan (ceramah, video, booklet), dan post-test yang dilaksanakan pada posyandu Integrasi Layanan Primer pada tanggal 14 September 2025 dengan sasaran sebanyak 30 orang.
Copyrights © 2026