Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan imbal hasil (return), risiko, dan kinerja investasi pada Bitcoin, Saham LQ45, dan Emas Antam. Kinerja investasi dievaluasi menggunakan tiga metode pengukuran risk-adjusted return, yaitu rasio Sharpe, Jensen Alpha, dan indeks Treynor. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji komparatif Kruskal-Wallis untuk menguji signifikansi perbedaan antar instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengembalian (return) di antara ketiga instrumen (sig. 0,249). Namun, terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada profil risiko dan kinerja Sharpe, Jensen, serta Treynor (sig. 0,000). Saham LQ45 terbukti memiliki kinerja paling superior dan konsisten dalam menghasilkan alpha positif dibandingkan Bitcoin dan Emas Antam. Berdasarkan temuan ini, investor disarankan untuk menjadikan Saham LQ45 sebagai aset inti dalam portofolio untuk menjaga efisiensi investasi, sementara Bitcoin digunakan sebagai aset spekulatif dengan manajemen risiko ketat. Peneliti selanjutnya disarankan mengintegrasikan variabel makroekonomi untuk menguji ketahanan kinerja instrumen ini dalam berbagai siklus pasar.
Copyrights © 2025