This community service program aimed to mentor young church leaders in developing liberating, embracing, and hopeful communities at STT Bethel Indonesia. The program was grounded in the continuing presence of hierarchical, dominant, and less participatory leadership patterns within church contexts, which often limit the strategic role of younger generations. The implementation method employed an educational-transformative approach through interactive lectures, group discussions, case studies, theological reflection, and the formulation of ministry action plans. The program involved 230 participants, including students, young church leaders, youth ministers, and ministry activists. The evaluation results showed that 96% of participants understood the concept of Christian leadership that liberates, embraces, and brings hope; 94% recognized young people as present leaders of the church; and 88% expressed readiness to apply friendship-based leadership in ministry. This program demonstrates that mentoring based on doing theology and friendship leadership effectively forms young leaders who are participatory, reflective, and transformative. ABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mendampingi pemimpin muda gereja dalam membangun komunitas yang membebaskan, merangkul, dan berpengharapan di STT Bethel Indonesia. Latar belakang kegiatan ini adalah masih kuatnya pola kepemimpinan gereja yang hierarkis, dominatif, dan kurang memberi ruang partisipasi bagi generasi muda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-transformatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, refleksi teologis, dan penyusunan rencana aksi pelayanan. Kegiatan ini diikuti oleh 230 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pemimpin muda gereja, pelayan pemuda, dan aktivis pelayanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 96% peserta memahami konsep kepemimpinan Kristen yang membebaskan, merangkul, dan berpengharapan; 94% memahami generasi muda sebagai pemimpin masa kini; dan 88% siap menerapkan kepemimpinan sahabat dalam pelayanan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pendampingan berbasis doing theology dan kepemimpinan sahabat efektif membentuk pemimpin muda yang partisipatif, reflektif, dan transformatif.
Copyrights © 2026