Perkembangan media sosial telah memengaruhi cara Generasi Z memaknai pernikahan di era digital. Riset ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan isu pernikahan di media sosial terhadap persepsi Generasi Z di Kota Bogor, mencakup isu kekerasan dalam rumah tangga, perselingkuhan, dan tekanan finansial. Metode riset yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-korelasional melalui penyebaran kuesioner daring kepada 390 mahasiswa dari tiga universitas di Kota Bogor, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan uji korelasi Rank Spearman melalui perangkat lunak SPSS. Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun tingkat konsumsi konten pernikahan tergolong rendah, paparan terhadap isu negatif di media sosial berpengaruh terhadap munculnya pandangan yang lebih kritis dan skeptis terhadap institusi pernikahan. Perempuan lebih khawatir terhadap isu kekerasan dan perselingkuhan, sedangkan laki-laki lebih menyoroti tekanan finansial. Namun, kedua gender sama-sama menunjukkan kekhawatiran tinggi terhadap isu finansial karena kondisi ekonomi yang tidak stabil. Secara umum, media sosial berperan penting dalam membentuk konstruksi sosial baru tentang makna dan risiko pernikahan di kalangan Generasi Z, sehingga diperlukan literasi digital yang lebih kritis dan berperspektif kesetaraan untuk menyeimbangkan narasi di ruang digital.
Copyrights © 2026