Abstrak ini menganalisis pembingkaian narasi visual politik dalam konten kampanye digital pada platform TikTok menjelang tahun 2025. Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana elemen visual seperti musik, gaya penyuntingan, dan penggunaan filter digunakan untuk mengonstruksi citra aktor politik di tengah pergeseran gaya komunikasi yang semakin santai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Framing model Robert Entman untuk membedah bagaimana isu didefinisikan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi visual di TikTok cenderung mengedepankan aspek "personalisasi" dan "kedekatan emosional" dibandingkan kedalaman substansi visi-misi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan estetika yang terlihat spontan (raw content) dan gaya politainment menjadi strategi utama untuk menarik simpati pemilih muda. Simpulannya, meskipun TikTok efektif dalam meningkatkan jangkauan kampanye, pembingkaian yang sangat visual berisiko mendegradasi diskursus politik menjadi sekadar hiburan digital yang kurang substantif. Kata Kunci: komunikasi politik; analisis framing; tiktok; kampanye digital; narasi visual
Copyrights © 2026