Era digital telah mengubah pola interaksi manusia dan memengaruhi praktik kepemimpinan di dalam gereja Kristen. Platform digital kini berfungsi sebagai ruang ibadah, pemuridan, dan pembentukan komunitas, khususnya di kalangan kaum muda yang merupakan generasi digital. Penelitian ini mengkaji landasan teologis dari kepemimpinan virtual melalui analisis eksegetis-teologis terhadap 1 Petrus 5:1–5 dengan menggunakan pendekatan kanonikal. Dengan mengintegrasikan analisis historis dan leksikal terhadap istilah poimainō (menggembalakan), episkopeō (mengawasi), dan tupos (teladan), penelitian ini menemukan bahwa kepemimpinan virtual dalam ruang digital memerlukan transformasi dari otoritas institusional-hierarkis menjadi otoritas komunikatif-relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan virtual bukan sekadar adaptasi teknis, melainkan perwujudan teologis dari teladan Kristus yang dimanifestasikan melalui kehadiran yang autentik, kerendahan hati digital, dan pendampingan pastoral yang bersifat personal. Studi ini memberikan kontribusi berupa kerangka teologis-praktis bagi pengembangan kepemimpinan kaum muda yang berintegritas di era digital.
Copyrights © 2026