Artikel ini mengeksplorasi signifikansi teologis prolog Injil Lukas (Luk. 1:1–2:52) melalui pendekatan kanonik-naratifyang terintegrasi. Dengan menggabungkan konsep canonical shaping dari Brevard S. Childs, kerangka historiarevelationis dari Gerhardus Vos, dan wawasan Theological Interpretation of Scripture (TIS), studi ini menunjukkanbagaimana Lukas mengonstruksi teologi “continuity-in-discontinuity” antara tradisi Israel dan peristiwa Kristus.Berbeda dari kajian terdahulu yang cenderung memisahkan ketiga pendekatan ini, studi ini mengajukan bahwa integrasiketiganya menghasilkan pembacaan yang lebih koheren atas fungsi prolegomenik Lukas 1–2 dalam narasi Lukas-KisahPara Rasul. Analisis terhadap elemen naratif, nyanyian teologis (Magnificat, Benedictus, Nunc Dimittis), dan kosakataYunani kunci mengungkapkan bahwa Lukas secara strategis memposisikan Yesus sebagai kulminasi organik dariseluruh kisah keselamatan (Heilsgeschichte) Israel. Implikasi hermeneutis bagi konteks Indonesia dirumuskan melaluimodel pembacaan yang menjembatani kesetiaan teks kanonik dengan responsivitas kontekstual yang inklusif dantransformatif.
Copyrights © 2026