Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, hambatan, dan strategi komunikasi efektif dalam tim pengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) An-Nisa di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal berbasis komunitas, TPA sangat bergantung pada efektivitas komunikasi untuk memastikan kelancaran pembelajaran Al-Qur'an dan koordinasi antar pengajar, selaras dengan prinsip Islam tentang musyawarah (QS. Ali Imran: 159) dan qawlan sadidan sebagai landasan komunikasi yang jujur dan terarah (QS. An-Nisa: 9). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap pengurus, ustadz/ustadzah, serta relawan TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi berlangsung melalui interaksi langsung, media digital (WhatsApp), dan komunikasi informal yang secara kolektif membentuk budaya organisasi yang kuat dan bernuansa kekeluargaan. Hambatan komunikasi mencakup perbedaan persepsi antar generasi pengajar, gangguan lingkungan fisik, serta ketidakteraturan penggunaan media digital. Peran kepemimpinan terbukti penting dalam menyelaraskan informasi, membangun bahasa bersama (shared language), dan menjaga motivasi anggota tim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan Islam nonformal, dan merekomendasikan penguatan tata kelola komunikasi internal, penggunaan media yang lebih terstruktur, serta evaluasi berkala berbasis prinsip dialog terbuka dan ukhuwah dalam organisasi.
Copyrights © 2026