Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ungkapan amr (perintah) dalam Al-Qur'an, mengidentifikasi cabang-cabang semantiknya, dan meneliti relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan riset pustaka. Data primer terdiri dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung ungkapan amr, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya tafsir klasik dan kontemporer, literatur uṣūl al-fiqh, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi menggunakan pendekatan tematik (tafsir maudhu'i) dan uṣūl al-fiqh. Temuan menunjukkan bahwa ungkapan amr dalam Al-Qur'an tidak terbatas pada fi'l al-amr (kata kerja imperatif), tetapi juga muncul dalam bentuk fi'l muḍāri' yang didahului oleh lām al-amr, ism fi'l al-amr, kata benda verbal (maṣdar) yang membawa makna imperatif, dan konstruksi linguistik lainnya. Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan bahwa amr tidak selalu menunjukkan kewajiban. Tergantung pada indikator kontekstualnya (qarā'in), ia dapat menyampaikan berbagai makna, termasuk perintah yang sahih (wujūb), permohonan (du'ā'), permintaan (iltimās), petunjuk (irshād), ancaman (tahdīd), dan tantangan atau ketidakmampuan (ta'jīz). Dari perspektif pendidikan Islam, perintah-perintah Al-Qur'an mewujudkan nilai-nilai pendidikan yang penting, termasuk pembentukan karakter, perkembangan spiritual, tanggung jawab sosial, disiplin, akuntabilitas, dan peningkatan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang amr membutuhkan pendekatan integratif yang menggabungkan linguistik Al-Qur'an, eksegesis, retorika (balāghah), dan uṣūl al-fiqh untuk mencapai interpretasi yang komprehensif dan berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam berbasis Al-Qur'an.
Copyrights © 2026