Peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemia, menjadi salah satu faktor utama munculnya gangguan kardiovaskular. Terapi dengan obat golongan statin, misalnya simvastatin, efektif menurunkan kadar kolesterol, tetapi pemakaian jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Flavonoid yang terkandung dalam daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mempunyai potensi sebagai agen antihiperkolesterolemia alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antihiperkolesterolemia sediaan kapsul ekstrak etanol daun rambutan pada mencit putih jantan (Mus musculus). Sebanyak 25 mencit dibagi menjadi lima kelompok, terdiri atas kontrol positif, kontrol negatif , serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis 10, 20, dan 40 mg/kgBB. Evaluasi fisik kapsul meliputi uji waktu alir (8,27–8,72 detik), sudut diam (32°–36°), kompresibilitas (7,4–15%), kadar lembab (2,8–3,9%), keseragaman bobot (199,85–199,97 mg ± <1 mg), dan waktu hancur (1,09–1,86 menit), seluruhnya memenuhi persyaratan Farmakope. Analisis statistik memperlihatkan adanya penurunan kolesterol yang signifikan (p<0,05) pada kelompok kapsul dengan ekstrak dibandingkan control negatif. Dosis 40 mg/kgBB menghasilkan penurunan tertinggi (30,9%) dan tidak berbeda signifikan dengan simvastatin (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa kapsul ekstrak etanol daun rambutan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami penurun kolesterol
Copyrights © 2025