Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stres oksidatif pada kulit yang dapat mempercepat proses penuaan dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan sediaan topikal yang mengandung tabir surya dan antioksidan. Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi serta potensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serum wajah kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 70% dan dikombinasikan dalam tiga variasi rasio (1:1, 1:2, dan 2:1). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH), sedangkan uji SPF in vitro dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi dengan rasio 2:1 memberikan aktivitas terbaik dengan nilai IC₅₀ sebesar 16,40 bpj dan SPF sebesar 23,57 (kategori proteksi ultra). Formula serum F1 mengandung 2% ekstrak daun sirsak dan 1% ekstrak daun salam, sedangkan F2 mengandung 4% ekstrak daun sirsak dan 2% ekstrak daun salam. Formula F2 menunjukkan aktivitas antioksidan dan nilai SPF tertinggi, memenuhi persyaratan secara fisikokimia, stabil, dan tidak mengiritasi kulit. Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam berpotensi dikembangkan sebagai serum wajah dengan aktivitas antioksidan dan tabir surya.
Copyrights © 2025