Pengembangan tabir surya alami diperlukan untuk mengatasi potensi iritasi dan lingkungan dari tabir surya sintesis Paparan sinar UV berlebih berisiko menyebabkan kerusakan kulit akut hingga kanker, sedangkan tabir surya sintetis seperti oksibenzon dikaitkan dengan iritasi dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil fitokimia dan parameter mutu ekstrak etanol 70% daun Etlingera elatior serta minyak biji Helianthus annuus L., lalu mengevaluasi aktivitas SPF in vitro masing-masing bahan dan kombinasinya (2:1). Ekstraksi dilakukan secara maserasi (daun) dan cold pressing (biji) SPF diukur triplo (n = 3) pada 290–320 nm menggunakan persamaan Mansur dalam etanol 96%. Hasil menunjukkan ekstrak kecombrang memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia dan minyak biji matahari memenuhi SNI. Nilai SPF kecombrang 16,35 ± 0,10 (Ultra), minyak 5,34 ± 0,02 (Sedang), kombinasi 13,07 ± 0,02 (Maksimal). Hasil ini berpotensi dikembangkan ke dalam formulasi fotoprotektan topikal berbasis alam seperti bentuk sediaan gel/ cream
Copyrights © 2025