Kanker merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan agen terapi baru yang lebih aman. Daun sirih cina (Peperomia pellucida) dan kelor (Moringa oleifera L.) secara empiris memiliki aktivitas antiproliferatif, namun mekanisme interaksi molekuler spesifiknya sebagai antikanker masih perlu dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil komponen bioaktif ekstrak etanol daun sirih cina dan kelor, serta mengevaluasi potensinya sebagai kandidat obat antikanker secara in silico terhadap reseptor EGFR dan Caspase-9. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Profil senyawa aktif dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Pengujian aktivitas antikanker dilakukan melalui simulasi penambatan molekuler (molecular docking) terhadap protein target EGFR dan Caspase-9, dengan Doksorubisin sebagai kontrol positif. Analisis GC-MS berhasil mengidentifikasi senyawa mayor, yaitu Patuloside A dan Procyanidin pada daun sirih cina, serta Quercetin-3-O-glucoside pada daun kelor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Patuloside A memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap EGFR (-10,4 kcal/mol), mengungguli obat kontrol Doksorubisin (-9,1 kcal/mol). Sementara itu, senyawa Quercetin-3-O-glucoside dari kelor juga menunjukkan stabilitas ikatan yang sangat baik pada reseptor EGFR (-9,8 kcal/mol) dan Caspase-9 (-8,2 kcal/mol). Senyawa fitokimia utama dari daun sirih cina (Patuloside A) dan kelor (Quercetin-3-O-glucoside) memiliki afinitas pengikatan yang sangat baik terhadap protein target kanker. Kedua senyawa ini berpotensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai kandidat antikanker.
Copyrights © 2026