Kalimantan adalah salah satu daerah yang memiliki jenis penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk, khususnya penyakit malaria yang masih menjadi masalah kesehatan terus berlanjut. Pulau Kalimantan di Indonesia memiliki biodiversitas bahan alam dan keanekaragaman suku budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan empiris dari tumbuhan genus Goniothalamus dalam ramuan anti nyamuk pada suku di Kalimantan, Indonesia. Penelitian ini adalah riset multiyears tahun 2012, 2015 dan 2017 untuk studi etnomedisin tumbuhan obat dan jamu di Indonesia (RISTOJA). Penelitian dilakukan dengan indepth interview terhadap pengobat tradisional (battra) menggunakan pedoman kuesioner terstruktur dengan teknik bebas. Analisis data penelitian secara deskriptif menjelaskan deskripsi ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus. Pada hasil analisa diketahui ramuan anti nyamuk yang secara empiris telah digunakan pada 3 Suku di Kalimantan Indonesia yaitu ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus sp pada Suku Bukat di Kalimantan Barat, dan ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson pada Suku Lundayeh di Kalimantan Timur dan Suku Dayak Abai di Kalimantan Utara. Mayoritas ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus pada Suku Kalimantan di Indonesia menggunakan bagian batang dan sebagian besar menggunakan teknik pembakaran dalam metode pengolahan. Pengembangan tumbuhan Goniothalamus sebagai anti nyamuk dapat menjadi alternatif pengelolaan pengendalian vektor atau bioinsektisida alami yang lebih ramah lingkungan di masa mendatang
Copyrights © 2026