Masalah gizi balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah salah satu intervensi gizi penting yang bertujuan meningkatkan status gizi balita. Peran kader posyandu sangat krusial dalam mendukung pelaksanaan program PMT, sehingga pemahaman mereka sangat menentukan keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman kader Posyandu Kemuning tentang PMT. Metode kualitatif fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman kader dalam pelaksanaan PMT. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: pemahaman konsep, pelaksanaan, dan tantangan kader dalam menjalankan PMT. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman kader Posyandu Kemuning tentang PMT. Metode kualitatif fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman kader dalam pelaksanaan PMT. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama: pemahaman konsep, pelaksanaan, dan tantangan kader dalam menjalankan PMT.
Copyrights © 2026