Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan memengaruhi kesehatan ibu serta janin, sehingga diperlukan pemetaan untuk mengetahui distribusi kejadian secara lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kejadian Kekurangan Energi Kronik pada ibu hamil berdasarkan karakteristik status gizi, usia, jarak kehamilan, dan pendidikan di wilayah kerja. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui analisis univariat dan pemetaan wilayah menggunakan data ibu hamil tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki status gizi normal, mayoritas berada pada kelompok usia dan jarak kehamilan tidak berisiko, serta distribusi pendidikan relatif seimbang, sementara kasus Kekurangan Energi Kronik masih ditemukan dengan variasi antar wilayah dan distribusi bulanan yang fluktuatif. Pembahasan menunjukkan bahwa faktor demografis dan sosial berperan dalam memengaruhi kondisi gizi ibu hamil serta perlunya pendekatan komprehensif melalui edukasi dan intervensi gizi. Kesimpulannya, pemetaan kejadian Kekurangan Energi Kronik dapat menjadi dasar dalam perencanaan program kesehatan untuk meningkatkan deteksi dini dan memperkuat upaya pencegahan guna menurunkan risiko masalah gizi pada ibu hamil.
Copyrights © 2026