Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perkembangan dan struktur intelektual penelitian mengenai digital taxation melalui pendekatan bibliometrik. Data penelitian diperoleh dari database Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi tren publikasi, dokumen yang paling berpengaruh, pola kolaborasi penulis, institusi, dan negara, serta perkembangan tema penelitian berdasarkan analisis co-occurrence, overlay visualization, dan density visualization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian digital taxation mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital dan transformasi teknologi global. Analisis kolaborasi negara mengungkap bahwa China, Amerika Serikat, India, dan Rusia menjadi pusat utama produksi pengetahuan dan kerja sama penelitian. Analisis kata kunci menunjukkan bahwa tema-tema dominan meliputi taxation, digital economy, digital transformation, investments, dan digital storage. Sementara itu, visualisasi temporal menunjukkan munculnya tema-tema baru seperti tax compliance, machine learning, international trade, dan digital taxation yang semakin mendapat perhatian pada periode 2023–2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa penelitian digital taxation berkembang secara multidisipliner dengan mengintegrasikan perspektif ekonomi, teknologi, tata kelola publik, dan keberlanjutan. Studi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap penelitian digital taxation sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian di masa depan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, blockchain, administrasi perpajakan digital, dan tata kelola perpajakan lintas negara.
Copyrights © 2026