Tunawisma merupakan permasalahan sosial perkotaan yang belum terselesaikan secara efektif di Indonesia, termasuk di Kota Malang. Penanganan yang ada cenderung bersifat represif dan penampungan sementara tanpa jalur pemulihan yang berkelanjutan. Artikel ini membahas pendekatan desain arsitektur sebagai respons terhadap permasalahan tersebut melalui perancangan Regenerative Homeless Center—sebuah fasilitas transisional yang manusiawi, inklusif, dan adaptif. Menggunakan paradigma empirisme dan pendekatan arsitektur regeneratif, perancangan dilakukan berdasarkan observasi lapangan, wawancara dengan Dinas Sosial Kota Malang, serta studi preseden fasilitas sejenis. Hasilnya adalah konsep fasilitas yang tidak sekadar menyediakan tempat tinggal sementara, melainkan menjadi jembatan antara kehidupan jalanan dan sistem sosial-ekonomi kota melalui program shelter, pelatihan keterampilan, pemulihan psikososial, dan ruang komunitas yang terintegrasi. Kata kunci: tunawisma, arsitektur regeneratif, fasilitas transisional, pemberdayaan sosial, Kota Malang ABSTRACT Homelessness remains an unresolved urban social problem in Indonesia, including in Malang City. Existing approaches tend to be repressive and temporary without sustainable recovery pathways. This article discusses an architectural design approach in response to this issue through the design of a Regenerative Homeless Center—a humane, inclusive, and adaptive transitional facility. Using an empiricism paradigm and regenerative architecture approach, the design is grounded in field observations, interviews with the Malang City Social Service Office, and precedent studies of similar facilities. The result is a facility concept that goes beyond providing temporary shelter, serving instead as a bridge between street life and the city's socioeconomic system through an integrated program of shelter, skills training, psychosocial recovery, and community spaces. Keywords: homelessness, regenerative architecture, transitional facility, social empowerment, Malang City
Copyrights © 2026