Pabrik Gula Wedomartani merupakan pabrik yang mengolah tebu menjadi gula merah cetak yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Masalah utama yang dihadapi pabrik ini adalah belum optimalnya proses produksi sehingga produktivitas dan efisiensinya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemborosan pada jalur produksi gula merah cetak dan memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi proses. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan pendekatan time study selama 5 hari produksi, dengan 1 siklus produksi lengkap diamati setiap hari. Sebanyak 20 aktivitas proses diukur menggunakan stopwatch dan lembar process activity mapping, kemudian divalidasi melalui konfirmasi dengan operator dan pengelola pabrik. Berdasarkan analisis Manufacturing Cycle Effectiveness (MCE), diperoleh nilai efisiensi produksi sebesar 81% dengan persentase pemborosan 19%, yang terdiri atas 3% non-value added (NVA) dan 16% necessary non-value added (NNVA). Pemborosan pada jalur produksi dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, dan material yang saling berkaitan dengan keterbatasan operasional pabrik. Usulan perbaikan diberikan melalui metode Five-M Checklist, meliputi peningkatan keterampilan operator, standardisasi SOP, penambahan feeding conveyor, peningkatan kapasitas gilingan, penggunaan dozing pump, alat bantu pendinginan, serta pengendalian kualitas tebu. Perbaikan tersebut diproyeksikan memiliki potensi meningkatkan MCE menjadi sekitar 86,5%.Kata Kunci: Efisiensi, Five-M Checklist, MCE, Non-value added, Pabrik gula
Copyrights © 2026