Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang melakukan penerapan Intelligent Traffic Control System (ITCS) untuk meningkatkan efesiensi lalu lintas dan mengurangi kemacetan. ITCS merupakan sistem terintegrasi yang menggabungkan sensor, kamera, data real-time dan algoritma adaptif untuk mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas secara dinamis. Penerapannya masih terbatas, yaitu baru mencakup 50 dari total 321 persimpangan karena adanya keterbatasan infrastruktur. Saat ini, penentuan lokasi prioritas belum didasarkan pada analisis sistematis berbasis multi kriteria, sehingga berpotensi mengabaikan lokasis yang benar-benar membutuhkan intervensi ITCS. Penelitian ini menggunakan pendekatan hybrid, yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to an Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan kriteria utama seperti geometrik jalan, tata guna lahan dan kepadatan aktivitas serta menetapkan bobot prioritasnya. Sementara itu, TOPSIS diterapkan untuk mePeringkat lokasi persimpangan berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal positif dan jauhnya dari solusi negatif. Analisis sensivitas untuk mengevaluasi pengaruh perubahan bobot terhadap hasil peringkat lokasi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Geometrik Jalan merupakan kriteria paling dominan (50%), dengan Jumlah Fasilitas Transportasi sebagai subkriteria utama (88%). Berdasarkan metode hybrid AHP TOPSIS, Persimpangan Sawah Besar terpilih sebagai lokasi prioritas tertinggi (CCᵢ = 0,811), diikuti Kampung Bali, Cideng, dan KPU.
Copyrights © 2026