Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Vol. 5 No. 1 (2026): June

Pemberdayaan Masyarakat Desa Bunglai Melalui Diversifikasi Produk Olahan Buah Mete Berbasis Inovasi Ramah Lingkungan

Arfa Agustina Rezekiah (Universitas Lambung Mangkurat)
Nurlina (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Patimah (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Hannauli Simbolon (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Fadila Putri Setiono (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Niki Ariani (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Nurmala Julianita (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Eka Nanda Agustin (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Zeni Anita Tuing (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Annisa Rizkia (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhammad Syaipul Anwar (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhammad Rizki (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Naz'la Dwi Shaqilha (Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat)
Zahra Fauziya (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhammad Naufal Desandro Putra Yunindar (Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat)
Muhaammad Faqih Abdilah (Program Studi Rekayasa Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Desa Bunglai memiliki potensi komoditas mete yang cukup besar sebagai salah satu sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun demikian, pemanfaatan komoditas tersebut oleh masyarakat masih terbatas pada penjualan bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh relative rendah. Selain itu, buah mete sebagai produk samping dari tanaman mete seringkali belum dimanfaatkan secara optimal dan bahkan menjadi limbah pertanian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nasyarakat Desa Bunglai melalui pengembangan diversifikasi produk olahan buah mete berbasis inovasi ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayan masyarakat pasrtisipatif yang meliputi tahap identifikasi potensi dan permasalahan, penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan demonstrasi pengolahan produk, pendampingan kelompok masyarakat, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah buah mete menjadi produk bernilai tambah, seperti minuman olahan dan produk pangan berbasis mete. Selain itu kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan buah mete yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat mengurangi limbah pertanian serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya lokal. Diversifikasi produk olahan mete berpotensi menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat desa serta mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan demikian kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Inovasi produk berbasis komoditas local dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditass serta memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan.

Copyrights © 2026