Penelitian ini bertujuan untuk menilai siklus hidup hydrogen plant dan mengevaluasi implementasi penggunaan PLTS untuk menekan global warming di PLN Nusantara Power UP Gresik. Di PLTGU Gresik hidrogen digunakan sebagai pendingin generator. Produksi hidrogen di PLTGU Gresik menggunakan teknologi elektrolisis alkali. Kajian dampak lingkungan yang dipaparkan dalam artikel ini disusun dengan metode LCA berdasarkan standart ISO 14040 dengan unit fungsional 1 kg H2 dan ruang lingkup cradle to gate meliputi proses desalinasi, demineralisasi, gas Generating system, dan hydrogen purification system. Data inventori meliputi seluruh konsumsi listrik, bahan kimia, air proses dan emisi yang dibuang ke lingkungan. Penilaian dampak dilakukan dengan metode ReCipe 2016 Midpoint dengan SimaPro pada skenario produksi hidrogen dengan energi listrik PLN (baseline), dan energi hybrid PLN-PLTS berkapasitas 50,6 KWp. Kebutuhan listrik hydrogen plant tipe ini mencapai 48,80 kWh/kg H2 dengan GGS adalah proses yang konsumsi listrik yang tertinggi yaitu 45,77 kWh per kg H2 atau 93,8 persen dari total keseluruhan sistem. Integrasi PLTS 50,6 kWP dapat menurunkan dampak global warming sebesar 14,04%. Namun, terdapat peningkatkan dampak ionizing radiation, terretrial ecotoxicity, dan mineral resource scarcity yang menunjukkan burden shifting dari rantai pasok material PLTS. Secara keseluruhan integrasi PLTS efektif menurunkan 83,3% kategori dampak lingkungan pada proses produksi hidrogen di PLTGU Gresik.
Copyrights © 2026