INTISARIKontroversi politik dapat dikenal luas tetapi tidak selalu diikuti penerimaan, sehingga muncul pola exposure without belief. Artikel ini menanyakan apakah tingginya awareness isu dalam rilis survei berbanding lurus dengan acceptance publik, serta pada isu dan segmen mana divergensi keduanya paling besar. Secara teoritis, studi ini bertumpu pada pembedaan paparan dan penerimaan dalam pembentukan opini publik, dengan penekanan pada peran kredibilitas, kepercayaan, dan evaluasi yang konsisten dengan identitas. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif atas tabulasi agregat survei telepon nasional (n=1.286; 17–20 Mei 2025) dengan menghitung awareness–acceptance gap dan membandingkannya lintas dukungan politik, demografi, wilayah, dan akses media. Hasil menunjukkan awareness dan acceptance tidak bergerak searah: satu tuduhan faktual awareness sangat tinggi tetapi belief rendah sehingga menghasilkan gap positif terbesar, sementara sejumlah item kebijakan dan evaluasi kinerja justru memperlihatkan acceptance melebihi awareness. Temuan juga memperlihatkan belief terkonsentrasi pada konstituensi politik dan lingkungan informasi tertentu meski awareness relatif tinggi. Studi menyimpulkan bahwa visibilitas isu merupakan proksi yang lemah bagi persuasi dan menawarkan pemetaan gap yang replikabel untuk membaca rilis survei ketika mikrodata tidak tersedia.
Copyrights © 2026