Representasi pendidikan dalam media massa sering kali mencerminkan bahasa sebagai alat ideologis yang membentuk pandangan publik, terutama terkait isu ketimpangan mutu, kebijakan, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi ideologi pendidikan dalam kolom pendidikan surat kabar Pikiran Rakyat melalui analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Metode yang digunakan berfokus pada tiga dimensi: struktur makro (tema), superstruktur (skema), dan mikrostruktur (leksikon, gaya bahasa, retorika, dan ideologi implisit) untuk memahami makna, pengetahuan, dan kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana media menekankan nilai keadilan, karakter, dan kemajuan bangsa. Strategi bahasa konsisten membangun citra pendidikan sebagai ruang perjuangan moral dan sosial. Pilihan kata dan pola argumentasi menegaskan posisi media sebagai agen pembentuk kesadaran publik yang tidak sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga memproduksi ideologi yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap arah pendidikan nasional.
Copyrights © 2026